Keseimbangan Benda Tegar
Dalam
cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA.
Mekanika
ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :
a. KINEMATIKA = Ilmu gerak
Ilmu yang mempelajari gerak tanpa mengindahkan penyebabnya.
b. DINAMIKA = Ilmu gaya
Ilmu yang mempelajari gerak dan gaya-gaya penyebabnya.
c. STATIKA = Ilmu keseimbangan
Ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan benda.
Untuk
cabang kinematika dan dinamika sudah dipelajari dikelas satu dan dua. Pada bab
ini kita akan membahas mengenai STATIKA.
dan benda-benda yang ditinjau pada bab ini dianggap sebagai benda tegar.
Definisi-definisi yang harus dipahami pada statika.
a. Keseimbangan / benda seimbang artinya :
Benda
dalam keadaan diam atau pusat massanya bergerak dengan kecepatan tetap.
b. Benda tegar : adalah suatu benda yang tidak berubah bentuk bila
diberi gaya luar.
c. Partikel : adalah benda dengan ukuran yang dapat diabaikan, sehingga
benda dapat digambarkan sebagai titik dan gerak yang dialami hanyalah gerak
translasi.
Momen
gaya : adalah kemampuan suatu gaya untuk dapat menyebabkan gerakan rotasi.
Besarnya MOMEN GAYA terhadap suatu
titik sama dengan perkalian gaya dengan lengan momen.
Dengan :
ɽ = momen gaya
d = lengan momen
F = gaya
Lengan momen : adalah panjang garis yang ditarik dari titik poros sampai
memotong tegak lurus garis kerja gaya.
Perjanjian tanda untuk MOMEN GAYA.
* Momen gaya yang searah jarum jam bertanda POSITIF.
* Momen gaya yang berlawanan arah jarum jam bertanda NEGATIF.
g. Koppel : adalah dua gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah dan
memiliki garis-garis kerja yang berbeda.
Momen koppel terhadap semua titik sama besar, yaitu : F . d
h. Pasangan gaya aksi - reaksi.
W1 = Gaya berat balok W2 = Gaya berat tali
Balok digantung dalam keadaan diam pada tali vertikal.
gaya W1 dan T1 bukanlah pasangan aksi - reaksi,
meskipun besarnya sama, berlawanan arah dan segaris kerja.
Sedangkan yang merupakan pasangan aksi - reaksi.
Macam - macam Keseimbangan.
Ada 3
macam keseimbangan, yaitu :
a. Keseimbangan translasi apabila benda tak mempunyai percepatan linier
( a = 0 )
F = 0
dapat diurai ke sumbu x dan y
Fx = 0 dan Fy = 0
Fx = Resultan gaya pada komponen sumbu x.
Fy = Resultan gaya pada komponen sumbu y.
Benda yang mempunyai persyaratan tersebut mungkin :
- Diam
- Bergerak lurus beraturan.
b. Keseimbangan rotasi, apabila benda tidak memiliki percepatan anguler
atau benda tidak berputar ( = 0 )
= 0
Benda yang mempunyai persyaratan tersebut mungkin :
- Diam
- Bergerak melingkar beraturan.
c. Keseimbangan translasi dan rotasi, apabila benda mempunyai kedua
syarat keseimbangan yaitu :
F = 0
= 0
Dari
macam-macam keseimbangan yang telah kita ketahui tersebut maka dapat diperjelas
denga uraian berikut ini tentang :
SYARAT-SYARAT SEBUAH BENDA DALAM KEADAAN SETIMBANG/DIAM.
a. Jika pada sebuah benda bekerja satu gaya F.
Syarat setimbang :
Pada garis kerja gaya F itu harus diberi gaya F’ yang besarnya sama
dengan gaya F itu tetapi arahnya berlawanan.
b. Jika pada benda bekerja gaya-gaya yang terletak pada satu bidang
datar dan garis kerjanya melalui satu titik.
Syarat setimbang :
1. Gaya resultanya harus sama dengan nol.
2. Kalau dengan pertolongan sumbu-sumbu x dan y, haruslah :
Fx = 0 ; Fy = 0
c. Jika pada sebuah benda bekerja gaya-gaya yang tidak terletak pada
satu bidang datar tetapi garis-garis kerjanya melalui satu titik.
Syarat setimbang :
Dengan pertolongan sumbu-sumbu x, y dan z, haruslah :
Fx = 0 ; Fy = 0 ; Fz = 0
d. Jika pada sebuah benda bekerja gaya-gaya yang tidak terletak pada
satu bidang datar tetapi garis-garis kerjanya tidak melalui satu titik.
Syarat setimbang :
Dengan pertolongan sumbu-sumbu x dan y, haruslah :
Fx = 0 ; Fy = 0 ; = 0
Momen gaya-gaya boleh diambil terhadap sebarang titik pada bidang
gaya-gaya itu. ( titik tersebut kita pilih sedemikian hingga memudahkan kita
dalam menyelesaikan soal-soal )
* Perpindahan sebuah gaya kesuatu titik yang lain akan menimbulkan suatu
koppel.
SISTEM KESEIMBANGAN
Di dalam
menyelesaikan suatu sistem keseimbangan di bawah pengaruh beberapa gaya, ada
beberapa prosedur yang perlu diikuti.
a. Tentukan objek/benda yang menjadi pusat perhatian dari sistem
keseimbangan.
b. Gambar gaya gaya eksternal yang bekerja pada obyek tersebut.
c. Pilih koordinat yang sesuai, gambar komponen-komponen gaya dalam
koordinat yang telah dipilih tersebut.
d. Terapkan sistem keseimbangan untuk setiap komponen gaya.
e. Pilih titik tertentu untuk menghitung torsi dari gaya-gaya yang ada
terhadap titik tersebut. Pemilihan titik tersebut sembarang, tetapi harus
memudahkan penyelesaian.
f. Dari persamaan yang dibentuk, dapat diselesaikan variabel yang
ditanyakan.
Keseimbangan Stabil, Labil dan Indiferen ( Netral )
Pada
benda yang diam ( Statis ) kita mengenal 3 macam keseimbangan benda statis,
yaitu :
a. Stabil
( mantap / tetap )
b. Labil
( goyah / tidak tetap )
c.
Indiferen ( sebarang / netral )
Contoh-contoh
:
1. Untuk benda yang digantung.
Keseimbangan stabil :
apabila gaya yang diberikan padanya dihilangkan. Maka ia akan kedudukan semula.
Sebuah papan empat persegi panjang digantungkan pada sebuah sumbu
mendatar di P ( sumbu tegak lurus papan ). Titik berat Z dari papan terletak
vertikal di bawah titik gantung P, sehingga papan dalam keadaan ini setimbang
stabil. Jika ujung A papan di putar sedikit sehingga titik beratnya semula ( Z
), maka kalau papan dilepaskan ia akan berputar kembali kekeseimbangannya
semula.
Hal ini disebabkan karena adanya suatu koppel dengan gaya berat G dan
gaya tegangan tali T yang berputar kekanan. ( G = N ), sehingga papan tersebut
kembali kekeseimbangannya semula yaitu seimbang stabil.
Keseimbangan labil :
Apabila gaya yang diberikan padanya dihilangkan, maka ia tidak akan dapat
kembali ke kedudukan semula.
Kalau titik gantung P tadi sekarang berada vertikal di bawah titik berat
Z maka papan dalam keadaan seimbang labil Kalau ujung A papan diputar
sedikit naik kekiri sehingga titik beratnya sekarang ( Z’ ) di bawah titik
beratnya semula ( Z ), maka kalau papan dilepaskan ia akan berputar turun ke
bawah, sehingga akhirnya titik beratnya akan berada vertikal di bawah titik
gantung P. Hal ini disebabkan karena adanya suatu koppel dengan gaya berat G
dan gaya tekanan ( tegangan tali ) T yang berputar kekiri ( G = T ), sehingga
papan turun ke bawah dan tidak kembali lagi kekeseimbangannya semula.
Keseimbangan indiferen :
Apabila gaya yang diberikan padanya dihilangkan, maka ia akan berada dalam
keadaan keseimbangan, tetapi di tempat yang berlainan.
Kalau titik gantung P tadi sekarang berimpit dengan titik berat Z, maka
papan dalam keadaan ini setimbang indiferen. Kalau ujung A papan di putar naik,
maka gaya berat G dan gaya tekanan T akan tetap pada satu garis lurus seperti
semula ( tidak terjadi koppel ) sehingga papan di putar bagaimanapun juga ia
akan tetap seimbang pada kedudukannya yang baru.
2. Untuk benda yang berada di atas bidang datar.
Keseimbangan stabil :
Sebuah pararel epipedum siku-siku ( balok ) diletakkan di atas bidang
datar, maka ia dalam keadaan ini seimbang stabil, gaya berat G dan gaya tekanan
N yang masing-masing bertitik tangkap di Z ( titik berat balok ) dan di A
terletak pada satu garis lurus. Kalau balok tersebut diputar naik sedikit
dengan rusuk B sebagai sumbu perputarannya, maka gaya tekanan N akan pindah ke
B, dan dalam keadaan ini akan pindah ke B, dan dalam keadan ini akan timbul
suatu koppel dengan gaya-gaya G dan N yang berputar ke kanan ( G = N ) sehingga
balok tersebut kembali keseimbangannya semula yaitu seimbang stabil.
Keseimbangan labil : Sebuah
pararel epipedum miring ( balok miring ) yang bidang diagonalnya AB tegak lurus
pada bidang alasnya diletakkan diatas bidang datar, maka ia dalam keadaan ini
setimbang labil, gaya berat G dan gaya tekanan N yang masing-masing melalui
rusuk B dari balok tersebut terletak pada satu garis lurus.
Titik tangkap gaya tekanan N ada pada rusuk N. Kalau balok tersebut
diputar naik sedikit dengan rusuk B sebagai sumbu putarnya, maka gaya tekanan N
yang berputar kekiri ( G = N ), sehingga balok tersebut akan turun kebawah dan
tidak kembali lagi kekeseimbangannya semula.
Keseimbangan indiferen : Sebuah
bola diletakkan diatas bidang datar ia dalam keadaan ini seimbang indiferen.
Kalau bola dipindah / diputar, maka gaya berat G dan gaya tekanan N akan
tetap pada satu garis lurus seperti semula ( tidak terjadi koppel ), sehingga
bola berpindah / berputar bagaimanapun juga ia akan tetap seimbang pada kedudukan
yang baru.
Keseimbangan Benda Tegar : Titik Berat
Telah dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar
dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar
akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat
mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.
Benda akan seimbang jika pas diletakkan di titik
beratnya
Titik berat merupakan titik dimana benda akan
berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda
tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik
berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat
ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.
Mari kita tinjau suatu benda tegar, misalnya
tongkat pemukul kasti, kemudian kita lempar sambil sedikit berputar. Kalau kita
perhatikan secara aeksama, gerakan tongkat pemukul tadi dapat kita gambarkan
seperti membentuk suatu lintasan dari gerak translasi yang sedang dijalani
dimana pada kasus ini lintasannya berbentuk parabola. Tongkat ini memang
berputar pada porosnya, yaitu tepat di titik beratnya. Dan, secara keseluruhan
benda bergerak dalam lintasan parabola. Lintasan ini merupakan lintasan dari
posisi titik berat benda tersebut.
Demikian halnya seorang peloncat indah yang sedang
terjun ke kolam renang. Dia melakukan gerak berputar saat terjun. sebagaimana
tongkat pada contoh di atas, peloncat indah itu juga menjalani gerak parabola
yang bisa dilihat dari lintasan titik beratnya. Perhatikan gambar berikut ini.
seorang yang meloncat ke air dengan berputar
Jadi, lintasan gerak translasi dari benda tegar
dapat ditinjau sebagai lintasan dari letak titik berat benda tersebut. Dari
peristiwa ini tampak bahwa peranan titik berat begitu penting dalam
menggambarkan gerak benda tegar.
Cara untuk mengetahui letak titik berat suatu benda
tegar akan menjadi mudah untuk benda-benda yang memiliki simetri tertentu,
misalnya segitiga, kubus, balok, bujur sangkar, bola dan lain-lain. Yaitu d
sama dengan letak sumbu simetrinya. Hal ini jelas terlihat pada contoh diatas
bahwa letak titik berat sama dengan sumbu rotasi yang tidak lain adalah sumbu
simetrinya.
Orang ini berada dalam keseimbangan
Di sisi lain untuk benda-benda yang mempunyai
bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan perhitungan. Perhitungan
didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda
yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing
titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik.
dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi, namun
untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat
massa harus dibedakan.
Termodinamika
Sebuah sistem termodinamika
Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika
statistik di mana banyak hubungan
termodinamika berasal.
Pada sistem
di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika
klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini,
penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada
termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika
adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika
bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.
Karena
termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah
diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.
Hukum
termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung
kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka
dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual
perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan.
Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.
Konsep dasar dalam termodinamika
Pengabstrakkan
dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh
kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam
pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi
subsistem masih mungkin terjadi, atau membentuk beberapa sistem menjadi sistem
yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan keadaan yang dirinci dengan
jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter !
Sistem termodinamika
Sistem
termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi
memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi
sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan
perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.
Ada tiga
jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:
- sistem terisolasi: tak
terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari
sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
- sistem tertutup: terjadi
pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda
dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran
panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah
suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya
dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
- pembatas adiabatik:
tidak memperbolehkan pertukaran panas.
- pembatas rigid:
tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
- sistem terbuka: terjadi
pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah
pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.
Dalam
kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan,
karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit
penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama
dengan energi yang keluar dari sistem.
Ketika
sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang ditentukan, ini disebut dalam
keadaan pasti (atau keadaan sistem).
Untuk
keadaan termodinamika tertentu, banyak sifat dari sistem dispesifikasikan.
Properti yang tidak tergantung dengan jalur di mana sistem itu membentuk
keadaan tersebut, disebut fungsi keadaan dari sistem. Bagian selanjutnya dalam
seksi ini hanya mempertimbangkan properti, yang merupakan fungsi keadaan.
Jumlah
properti minimal yang harus dispesifikasikan untuk menjelaskan keadaan dari
sistem tertentu ditentukan oleh Hukum fase Gibbs. Biasanya seseorang berhadapan dengan properti sistem yang lebih besar,
dari jumlah minimal tersebut.
Pengembangan
hubungan antara properti dari keadaan yang berlainan dimungkinkan. Persamaan keadaan adalah contoh dari hubungan tersebut.
Terdapat
empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:
- Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika
Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan
sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.
- Hukum Pertama Termodinamika
Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan
perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah
energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang
dilakukan terhadap sistem.
- Hukum kedua Termodinamika
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan
bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk
meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
- Hukum ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur
nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai
minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal
sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.
Hukum pertama termodinamika
Dengan demikian, dari kekekalan
energi, kita bisa menyimpulkan bahwa perubahan energi dalam sistem = Kalor yang
ditambahkan pada sistem (sistem menerima energi) – Kerja yang dilakukan oleh
sistem (sistem melepaskan energi). Secara matematis, bisa ditulis seperti ini :

Keterangan :
delta U = Perubahan energi dalam
Q = Kalor
W = Kerja
Persamaan ini berlaku untuk
sistem tertutup (Sistem tertutup merupakan sistem yang hanya memungkinkan
pertukaran energi antara sistem dengan lingkungan). Untuk sistem tertutup yang
terisolasi, tidak ada energi yang masuk atau keluar dari sistem, karenanya,
perubahan energi dalam = 0. Persamaan ini juga berlaku untuk sistem terbuka
jika kita memperhitungkan perubahan energi dalam sistem akibat adanya penambahan
dan pengurangan jumlah zat (Sistem terbuka merupakan sistem yang memungkinkan
terjadinya pertukaran materi dan energi antara sistem tersebut dengan
lingkungan). Mengenai sistem terbuka dan tertutup telah gurumuda jelaskan pada
postingan sebelumnya…
Hukum pertama termodinamika
merupakan pernyataan Hukum Kekekalan Energi dan ketepatannya telah dibuktikan
melalui banyak percobaan (seperti percobaan om Jimi Joule). Perlu diketahui
bahwa hukum ini dirumuskan pada abad kesembilan belas, setelah kalor dipahami
sebagai energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu.
Energi dalam merupakan besaran
yang menyatakan keadaan mikroskopis sistem. Besaran yang menyatakan keadaan
mikroskopis sistem (energi dalam) tidak bisa diketahui secara langsung. Yang
kita analisis dalam persamaan Hukum Pertama Termodinamika hanya perubahan
energi dalam saja. Perubahan energi dalam bisa diketahui akibat adanya energi
yang ditambahkan pada sistem dan energi yang dilepaskan sistem dalam bentuk
kalor dan kerja. Jika besaran yang menyatakan keadaan mikroskopis sistem
(energi dalam) tidak bisa diketahui secara langsung, maka besaran yang
menyatakan keadaan makroskopis bisa diketahui secara langsung. Besaran yang
menyatakan keadaan makroskopis adalah suhu (T), tekanan (p), volume (V) dan
massa (m) atau jumlah mol (n). Ingat ya, Kalor dan Kerja hanya terlibat dalam
proses perpindahan energi antara sistem dan lingkungan. Kalor dan Kerja bukan
merupakan besaran yang menyatakan keadaan sistem.
Aturan tanda untuk Kalor (Q) dan
Kerja (W)
Aturan tanda untuk Kalor dan Kerja disesuaikan
dengan persamaan Hukum Pertama Termodinamika. Kalor (Q) dalam persamaan di atas
merupakan kalor yang ditambahkan pada sistem (Q positif),
sedangkan Kerja (W) pada persamaan di atas merupakan kerja yang dilakukan oleh
sistem (W positif). Karenanya, jika kalor meninggalkan sistem,
maka Q bernilai negatif. Sebaliknya, jika kerja dilakukan pada sistem,
maka W bernilai negatif.
Hukum kedua termodinamika
(Pernyataan khusus)
Efisiensi mesin kalor
Efisiensi (e) mesin kalor
merupakan perbandingan antara Usaha alias Keja (W) yang dilakukan mesin dengan
masukan Kalor pada suhu tinggi (QH). Secara matematis bisa ditulis
seperti ini :

W merupakan keuntungan yang kita
terima, sedangkan QH merupakan biaya yang kita keluarkan untuk
membeli dan membakar bahan bakar. Sebagai manusia yang selalu ingin memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya dari pengeluaran yang sekecil-kecilnya , kita sangat
berharap bahwa keuntungan yang kita peroleh (W) sebanding dengan biaya yang kita
keluarkan (QH). Mungkinkah itu terjadi ? Nantikan hasil
pengoprekannya…
Berdasarkan kekekalan energi,
Kalor masukan (QH) harus sama dengan Kerja (W) yang dilakukan +
Kalor yang dibuang (QL). Secara matematis bisa diobok-obok seperti
ini :

Kita gantikan W pada persamaan 1
dengan W pada persamaan 2 :

Hukum ketiga termodinamika
Hukum
ketiga termodinamika mengatakan bahwa mencapai suhu nol mutlak (0 K) adalah
hal yang tidak mungkin terjadi.

Berdasarkan
persamaan perubahan entropi suatu zat dapat mencapai nilai absolutnya pada suhu
tertentu, sehingga pengukuran perubahan entropi dari satu suhu tersebut ke suhu
lainnya.
Hukum ketiga termodinamika memberikan dasar untuk
menetapkan entropi absolut suatu zat, yaitu entropi setiap kristal sempurna
adalah nol pada suhu nol absolut atau nol derajat Kelvin (K). Pada keadaan ini
setiap atom pada posisi yang pasti dan memiliki energi dalam terendah.
Entropi dan energi bebas Gibbs juga merupakan
fungsi keadaan sehingga kedua besaran ini memiliki nilai pada keadaan standart,
seperti halnya dengan entalphi. Hasil pengukuran standart untuk entropi dan
Energi bebas Gibbs juga dilakukan pada keadaan 25oC dan dengan
tekanan 1 atm.
Energi bebas Gibbs pembentukan standart memiliki
arti perubahan energi bebas yang menyertai reaksi pembentukan satu mol senyawa
dari unsur-unsur penyusunnya. Demikian pula untuk entropi standar yang dapat
dipergunakan untuk menentukan entropi reaksi sebagai harga pembandingnya.
Entropi dan Energi bebas Gibbs standar pembentukan, disajikan pada Tabel 10.5.
Referensi




Stainless Steel Magnets - titanium arts
BalasHapusIroning the Stainless 오즈 포탈 Steel Magnets (4-Pack). Made in Germany. The Titanium titanium earrings Arts Stainless BEST 바카라 Steel Magnets are an alloy 1xbet 먹튀 made of steel in stainless steel